Ramai Sorotan Kasus Pencabulan Pemilik Ponpes di Majalaya

Kasus pencabulan oleh pemilik ponpes berinisial K di Kecamatan Majalaya yang terjadi pada Bulan Agustus 2024 lalu, ramai menjadi sorotan dan saat ini dalam proses persidangan di PN Karawang. Warga Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Karawang beramai-ramai mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Karawang pada Senin siang, (24/2).

Berita3395 Dilihat

Suasana mulai memanas saat pelaku pencabulan keluar dari ruang tahanan. Para warga terlihat langsung berdiri, dan meneriakkan tuntutan agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Kami ingin keadilan ditegakkan! Pelaku harus dihukum setimpal dengan perbuatannya,” teriak salah satu warga yang hadir dalam aksi tersebut.

Kaur Kesra Desa Bengle, Karna, menjelaskan peristiwa ini membuat pemerintah desa dan masyarakat sangat prihatin, marah, dan kecewa.

“Kami berharap aparat penegak hukum, khususnya jaksa dan hakim, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku. Kami tahu, bukan hanya tiga atau empat anak yang menjadi korban dalam kasus ini,” kata dia.

Alasannya, santriwati yang belajar di sana adalah anak yatim dan piatu yang mendapat bantuan rutin dari dana desa.

Namun hal itu malah berujung kekecewaan mendalam setelah terungkapnya kasus pencabulan yang dilakukan oleh pemilik ponpes.

“Setiap bulannya, kami menyalurkan bantuan sebesar Rp300 ribu per anak untuk kebutuhan makan dan lainnya. Bantuan ini sudah berjalan selama tiga tahun sejak mereka masuk sekolah menengah,” ungkap Karna. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *