BOM WAKTU ITU BERNAMA BALFOUR

BOM WAKTU ITU BERNAMA BALFOUR

Karawang,suratberita.id – Sesungguhnya Inggris kudu bertanggungjawab atas pethakilannya Israel di kancah geopolitik. Peran Inggris tak lepas dari dinamika di Timur Tengah, terlebih jika menengok ke era Perang Dunia I.

Bom waktu itu bernama “Deklarasi Balfour”, (9/11/1917), inilah titik awal yang kerap disoroti. Melalui surat menteri luar negeri Inggris, Arthur Balfour, kepada Lord Rothschild (seorang pemimpin komunitas Yahudi Inggris—untuk diteruskan pada federasi Zionis Britania Raya dan Irlandia), Inggris menyatakan dukungan bagi pendirian “kediaman nasional bagi bangsa Yahudi” di wilayah Palestina, (2/11/1917). Masalahnya, janji ini dibuat saat Inggris belum sepenuhnya kuasai wilayah Palestina dan tanpa konsultasi dengan penduduk lokal Arab sebagai mayoritas.

Di saat bersamaan, Inggris menjanjikan kemerdekaan bangsa Arab melalui korespondensi McMahon-Hussein untuk mendapat bantuan Arab melawan Kekaisaran Ottoman.

Setelah menang Perang Dunia I, Inggris mengelola Palestina di bawah mandat PBB. Di periode ini, Inggris memfasilitasi imigrasi gede-gedean warga Yahudi dari Eropa. Situasi ini memicu ketegangan antara komunitas Arab dan Yahudi yang berakibat pemberontakan. Hingga akhirnya Inggris merasa kedodoran menangani konflik lalu menyerahkannya ke PBB pada 1947, dan undur diri tahun 1948.

Writer: Jun BiuLLEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *