Banyak analis politik berpendapat bahwa kebijakan “pecah belah” atawa plin-plannya kebijakan Inggris justru ciptakan konflik berkepanjangan.
Kehadiran Zionis Israel yang didukung Barat sering dianggap oleh negara-negara tetangga sebagai bentuk neo-kolonialisme yang memicu rangkaian perang besar (1948, 1967, 1973) hingga ketegangan dengan Lebanon dan Iran hari ini.
Penarikan diri Inggris tanpa transisi itu berakibat Nakba (hilangnya tanah air Palestina dari tahun 1947-1949) yang dampaknya masih terasa hingga hari ini melalui pendudukan dan blokade, juga genosida! (Per Januari 2025, jumlah korban tewas warga Palestina mencapai 46.000 jiwa. Per April 2025 warga Lebanon 71 jiwa. Melansir Al Jazeera).
Dan hari ini Zionis Israel berulah lagi, membombardir Iran tanpa sarat, Sabtu (28/2/2026). Setelah perang 12 hari Iran–Israel pada Juni 2025. Jelas Israel dibantu konconya yang sama-sama gila perang, Amerika Serikat. Tetapi Iran bukanlah barang mainan yang lugu dan bagong, justru pada hari itu juga serangan balasan diluncurkan dengan sangat brutal!






