Enjang menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud mengambil hak siapa pun, melainkan ingin mengetahui apakah ada peluang kerja sama yang bisa diberikan oleh PT. FCC sesuai dengan kemampuan dan kapasitas ormas mereka.
“Kami juga memiliki anggota dan pengurus yang perlu hidup, punya keluarga yang harus dinafkahi. Kami hanya ingin berdialog dan mencari solusi bersama terkait potensi yang bisa dimanfaatkan di perusahaan ini,” tegasnya.
Meski telah membawa ratusan anggota untuk mendukung audiensi, pihak PT. Karawang FCC tetap menolak berdialog dengan GSI. Hal ini menimbulkan kekecewaan di pihak ormas, yang berharap adanya komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif demi kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami hanya ingin koordinasi dan komunikasi dengan cara yang baik-baik. Semoga ke depan ada titik terang dan solusi yang bisa diambil bersama,” pungkas Enjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Karawang FCC terkait penolakan audiensi tersebut. (red)












