Foto ilustrasi : MBG Jangan dijadikan Mesin Politik
Karawang,suratberita.id – Kekhawatiran masyarakat akan program Makan Bergizi Gratis (MBG)—janji kampanye Prabowo-Gibran di Pilpres 2024—cukup beralasan. Sejak dimulai pada Januari 2025, program MBG senyatanya proyek skala besar namun dalam pelaksanaannya kerap muncul celah yang nampak berantakan.
Konon, dari awal cuap-cuap pemerintah bakal melibatkan ahli gizi melalui Badan Gizi Nasional (BGN), kenyataan di lapangan, masalah sering muncul lantaran standar harga vs kandungan gizi. Disinyalir, di beberapa daerah anggaran per porsi tergerus biaya logistik, semisal pengiriman ke daerah terpencil, akibatnya kualitas bahan makanan menurun demi penyesuaian harga.
Seringkali pengadaan diserahkan ke UMKM atau katering lokal yang belum punya standar operasional prosedur (SOP) higienis dan nutrisi yang ketat.
Memang, menyiapkan ribuan porsi sekaligus jauh lebih sulit ketimbang masak rumahan, namun tanpa kontrol ketat, menu jadi monoton atawa bisa jadi kurang memenuhi standar makronutrien (karbohidrat, protein, lemak).






