IRONI DI LEMAHMUKTI: Mengapa Negara BUTA pada Tangis Pilu Awong Roni?

Kisah Awong Roni di Desa Lemahmukti Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang ini adalah tamparan keras bagi narasi kesejahteraan yang sering digaungkan. Sangat memprihatinkan melihat seseorang yang memiliki semangat mandiri begitu besar justru terhambat oleh tembok birokrasi yang dingin.

IRONI DI LEMAHMUKTI: Mengapa Negara “Buta” pada Tangis Pilu Awong Roni?

KARAWANG, SURATBERITA.ID – Di tengah riuh rendah klaim pemerataan kesejahteraan, sebuah potret kelam tersaji di RT 07/04, Desa Lemahmukti, Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karaeang pada Maret 2026.

​Awong Roni (40), seorang pria yang sejak kecil hidup dengan keterbatasan fisik, harus menelan pil pahit. Ia seolah “terhapus” dari radar kepedulian pemerintah setempat, menyisakan tanya besar tentang keadilan sosial di tingkat akar rumput.

Kisah Awong Roni di Lemahmukti ini adalah tamparan keras bagi narasi kesejahteraan yang sering digaungkan. Sangat memprihatinkan melihat seseorang yang memiliki semangat mandiri begitu besar justru terhambat oleh tembok birokrasi yang dingin.

Disabilitas yang Terabaikan di Desa Lemahmukti

​Statusnya sebagai penyandang disabilitas tak lantas membuat Awong mendapatkan hak-hak dasar sebagai warga negara. Hingga menginjak usia kepala empat, Awong mengaku tidak pernah tersentuh bantuan sosial (bansos) dalam bentuk apa pun.

​Ironisnya, pengabaian ini terjadi tepat di depan mata jajaran Pemerintah Desa Lemahmukti. Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari pihak keluarga yang merasa aspirasi mereka selama ini hanya membentur tembok aspal.

Writer: ADE. KEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *