Larijani dikenal juga sebagai utusan kepercayaan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk misi-misi internasional sensitif, termasuk negosiasi dengan Rusia dan China, seperti perjanjian kerja sama 25 tahun dengan China.
Pada saat krisis regional Ali Larijani dipandang sebagai “operator politik cerdik” yang mampu menjaga stabilitas politik Iran lewat pendekatan pragmatis ketimbang tokoh garis keras lainnya.
Bahkan pada Minggu 1/3/2026, nada bicara Diplomat ulung yang lahir 3 Juni 1958 di Najaf, Irak ini, berubah drastis. Ia muncul di tivi pemerintah sehari setelah serangan udara AS-Israel merenggut Ayatollah Ali Khamenei dan komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Pakpour, ia sampaikan pesan menyala:
“Amerika dan rezim Zionis Israel telah membakar hati bangsa Iran,” tulisnya di media sosial sebagaimana dilansir dari Al Jazeera. “Kita akan membakar hati mereka. Kita akan membuat para penjahat Zionis dan Amerika yang tidak tahu malu menyesali tindakan mereka.”
“Para prajurit pemberani dan bangsa Iran yang hebat akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan pada para penindas internasional yang keji,” imbuhnya. (Jun)












