Fahmi membeberkan, tujuan dari kegiatan perencanaan desa wisata ini di antaranya adalah menata ruang desa wisata agar memiliki zonasi yang jelas sesuai dengan fungsi, tema, dan daya tarik masing-masing potensi, seperti, selasar sungai tematik, agrowisata (melon hidroponik, jamur, rambutan), area pancing dan rekreasi air, kampung edukatif boneka, mewujudkan desain bangunan dan elemen kawasan, mengembangkan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan, memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan edukatif bagi pengunjung dari berbagai kalangan (anak-anak, keluarga, wisatawan lokal maupun luar daerah), meningkatkan daya saing Desa Karangjaya sebagai destinasi wisata unggulan yang memiliki konsep tematik yang unik dan terpadu antara wisataa lam, edukasi, budaya, dan rekreasi.
Masih kata Fahmi, sasaran konsep penataan desa wisata di antaranya tersedianya fasilitas publik penunjang wisata yang aman, nyaman, dan estetis, seperti: Jalur pedestrian, taman tematik, toilet umum, tempat ibadah, spot foto, dan pusat informasi wisata serta Gazebo atau saung santai di titik strategis desa.







