
“Pemimpin harus amanah, agamis, dan dekat dengan masyarakat. Harus siap hadir kapan pun dibutuhkan, serta mampu bersinergi dengan seluruh unsur pemerintahan, baik di tingkat desa, kabupaten, maupun provinsi,” tegasnya.
Ia juga mengusung slogan resmi:
“Melayani dengan hati, transparan dan amanah, membangun dengan nyata, peduli lingkungan, bersatu untuk desa.”
Menurut Luky, pembangunan desa yang ideal tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Keterbukaan publik dalam pengelolaan anggaran desa menjadi kunci utama untuk menciptakan kepercayaan masyarakat.

Dukungan dari Tokoh Pemuda
Langkah dan niat tulus Luky Setiawan ini mendapat respons positif dari elemen masyarakat setempat. Zaenuri, salah satu tokoh pemuda Bojong Sari, menyampaikan apresiasinya atas pencalonan Luki.
“Semoga beliau amanah nantinya dan selalu dekat dengan warga masyarakat. Pemimpin harus selalu mengedepankan kepentingan warga, khususnya warga yang kurang mampu. Silaturahmi langsung seperti ini sangat bagus dan menjadi bukti bahwa sosok Luki itu merakyat serta selalu dekat dengan warganya,” ujar Zaenuri. (Budi/red)









