“Mereka bukan preman. Mereka hanya mencari nafkah. Tapi malah ditangkapi. Pemerintah harus lihat langsung ke bawah, apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Ranzes.
Tak hanya itu, Ranzes menyayangkan anggapan bahwa ormas, LSM, dan paguyuban yang turun ke perusahaan dianggap mengganggu investasi. Ia menegaskan, kontrol sosial dari masyarakat seharusnya dihargai, bukan dibungkam.
“Kalau semua yang bersuara dikriminalisasi, lalu siapa yang bela masyarakat kecil?” tanyanya.
Ia menegaskan, perusahaan tidak boleh terus menerus tunduk pada tekanan oknum-oknum yang bermain di balik layar. Sebaliknya, mereka harus membuka diri dan bermitra dengan masyarakat lokal untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Jangan mau diintimidasi oleh segelintir pengusaha. Bekerjalah bersama warga lokal. Karawang bukan cuma tempat cari untung, tapi rumah bagi banyak orang,” tutupnya. (red)






