
I menambahkan, “Aliran air tersebut termasuk saluran sungai wadas selain terlihat aliran sungainya sempit juga berdiri bangunan rumah dan kontrakan/kost-kostan serta didepannya ruko terbengkalai yang berdiri diatas lahan PJT yang seharusnya masuk Normalisasi Kali Tersier yang sedang dilaksanakan sesuai instruksi Gubernur dan menurut informasi seluas ±987m.” Ungkapnya.
Akhir kata I menegaskan, “Aliran sungainya mengalir keseberang jalan utama tepatnya di Bengkel JASUTRA jalurnya sampai ke HONDA KUMALA dan seterusnya. Menurut keterangan, dimana bengkel tersebutpun menggunakan KONTRAK lahan PJT diatas aliran normalisasi sungai tersier seluas ±1.200m terlihat kecil dan menghambat lancarnya aliran air yang mengalir dan tidak akan bisa menampung derasnya debit air waktu musim penghujan,” Tegasnya






