Eks Asda Karawang : “Audit Gelap, Uang Menguap!”, Dana KORPRI Penuh Kejanggalan Tak Transparan Diduga Diselewengkan

Mantan Asisten Daerah (Asda) Kabupaten Karawang, Pepen Efendi, meledakkan isu panas soal dugaan penyelewengan dana KORPRI. Dalam pernyataan terbuka di grup WhatsApp Forum Wartawan dan Aktivis Karawang, Rabu (23/4/2025), Pepen menyorot keras praktik pengelolaan dana iuran KORPRI yang dinilainya penuh kejanggalan dan tak transparan.

Berita2525 Dilihat

“Kalau APBD dijadikan bemper, itu artinya Pemkab ikut menanggung skandal ini. Ini bukan defisit biasa, tapi iuran berantai yang dibiarkan membusuk. Ini bisa jadi beban daerah hingga 30 tahun ke depan,” ucapnya.

Pepen mengingatkan, KORPRI dulu justru bisa mandiri tanpa menggantungkan diri pada APBD. Tahun 1989, KORPRI se-Indonesia mampu menyumbang satu juta ton beras ke Ethiopia, hanya dari potongan 3 ons beras per anggota selama setahun. Kini, dengan potongan iuran tunai tiap bulan, malah tak jelas juntrungannya.

“Dulu bisa bangun gedung tanpa sepeser APBD. Sekarang iuran jalan, audit tak jelas, kontribusi pun nihil. Uang ini mengalir ke mana? Siapa yang bertanggung jawab?” pungkas Pepen dengan nada keras. (red)

Writer: Opik HaryadiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *