Mendengar pernyataan diatas tersebut sontak saja, warga sekitar beserta pihak pemdes setempat membantah atas tuduhan yang tak mendasar itu, “karena yang sebenarnya setelah pengecoran itu selesai jalan ditutup sekitar 4 hari lebih, logika kerusakan versi pengawas PUPR itu tidak masuk akal, kalau memang masih basah dilintasi kendaraan harusnya rusaknya merata, tapi ini kan hanya tengahnya saja, kerusakannya bukan karena kendaraan melainkan dimungkinkan kualitas pekerjaan Asdi alias asal jadi” tegasnya.
“diduga kuat, adanya alasan ngawur dari pihak dinas terkait itu, terkesan membuktikan dirinya tidak becus kerja molor dalam tugas pengawasannya hanya piawai merekayasa alasan” imbuh penggiat penyelamat duit rakyat dikota pangkalperjuangan menegaskan. (Hal/Budi)










