Ketika disinggung ada berapa korban dugaan tipu gelap perumahan Ar-Rahman, ia tidak mengetahui dengan pasti jumlahnya, hanya saja ketika masalah ini terungkap di media massa dan media sosial, ia prediksi ada puluhan korban lainnya.
”Setelah saya lihat di media ternyata banyak juga lebih dari 30 orang, itu yang saya tahu juga karena saya kan enggak ikut melapor ke Bupati,” tuturnya.
“Pada waktu ketemu dengan Pak Teguh di salah satu perumahan sekitar Karawang Barat, Pak Teguh janji mau bereskan di bulan November ini tapi janji itu enggak ditepati ya akhirnya saya lapor ke BPSK, laporan saya ke BPSK ini kan bentuk keseriusan mau bereskan masalah ini, enggak mau main-main mau selesaikan secara hukum, kalau diselesaikan secara lisan kan susah, apa pegangannya?” tegasnya.
Susanti kemudian beberkan fakta yang bikin tercengang bahwa ketika ibunya mendatangi bank yang jadi tujuan transfer cicilan perumahan Ar-Rahman. ”Ketika ibu saya datang ke bank itu untuk konfirmasi dan pihak bank memberitahukan bahwa Pak Teguh sudah menerima uang dari bank itu kalau tidak salah sebesar Rp11 miliar,” bebernya meski ia belum bisa memastikan apakah penarikan uang sebesar itu karena ada akuisisi atau dipindahtangankan atau hal lainnya.












