BANCAKAN BARU MOBIL IMPOR INDIA: Hilirisasi plus kemandirian sebatas jargon untuk terlihat gagah di panggung kekuasaan

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan beberapa hal menargetkan Indonesia kudu mampu memproduksi mobil buatan sendiri dalam waktu singkat, serta menginstruksikan para menteri dan pejabat eselon I menggunakan mobil "Maung" produksi PT Pindad sebagai kendaraan dinas, pengganti mobil impor. Melansir jpnn.com (21/10/2025).

Bancakan Baru Mobil Impor India : Hilirisasi plus kemandirian sebatas jargon untuk terlihat gagah di panggung kekuasaan

Jakarta,suratberita.id –  Polemik impor produk India untuk kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih oleh BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) awal 2026 mencakup pengadaan mobil 105.000 unit (pick-up Mahindra Scorpio, Tata Yodha, dan truk Tata Ultra) dengan nilai Rp 24,66 triliun.

Ada deretan poin mendesak yang jadi pemicu debat terkait alasan impor mobil ini, diantaranya alasan spesifikasi 4×4, PT Agrinas berdalih memilih India (Mahindra & Tata) karena kebutuhan mobil berpenggerak 4×4 untuk medan berat pedesaan diklaim tidak bisa dipenuhi dalam jumlah besar oleh industri otomotif dalam negeri, dan klaim bahwa pengadaan unit ini lebih hemat mencapai Rp 43 triliun. Namun angka ini dikritik lantaran perhitungannya dianggap tidak open.

Foto mobil Mahindra Scorpio Pick Up telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, (24/2). Melansir AyoJakarta.com.
Writer: Jun BiuLLEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *