Blokade Selat Hormus Mimpi Buruk Pasar Global 

Blokade Selat Hormus Mimpi Buruk Pasar Global 

Karawang,suratbrita.id – Skenario paling genting dalam ekonomi global yang dilakukan Iran adalah penutupan Selat Hormuz, (1/3/2026), sesaat setelah klaim pemimpin tertinggi Republik Islam Iran tewas akibat agresi brutal AS-Israel atas Teheran (28/2/2026). Ketegangan militer ini memicu gangguan nyata di jalur yang disebut urat nadi energi dunia yang menghubungkan pemasok minyak utama di Teluk Persia dengan pasar global.

Selat Hormuz sebagai salah satu jalur perairan paling strategis di dunia terletak di antara Iran dan Semenanjung Arab. Secara geografis, selat ini menghubungkan Teluk Persia di sisi barat dengan Teluk Oman dan Laut Arab di gigir timur. Iran memiliki kendali pengawasan kuat terhadap lalu lintas kapal dari Teluk Persia.

Blokade ini bakal berdampak pada lonjakan harga energi global lantaran pasokan minyak dunia perhari capai 20-21 juta barel, serta 25% gas alam cair dunia (LNG). Para analis memprediksi harga minyak mentah (Brent) bisa melonjak melampaui US$100 hingga US$150 per barel. Sebelum konflik, harga minyak Brent berada di kisaran US$72 per barel.

Writer: Jun BiuLLEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *