Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari unsur organisasi keagamaan, pemerintah, dan aparat keamanan, di antaranya Perwakilan PP PRIMA DMI, Irkham Magfuri dan Fajar, Ketua PW DMI Jawa Barat, KH. Mohammad Mansur Syaerozi, Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Ketua Masjid Pusdai Jawa Barat, Assoc. Prof. Dr. KH. Jujun Junaedi, M.Ag., Perwakilan BINMAS Polda Jawa Barat, Kombespol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kasubdit Bintibsos, AKBP Sumi M., S.H., Kepala Kestra Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Andri.

Dalam sambutannya, Romadhoni menegaskan bahwa remaja masjid harus menjadi benteng moral masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin mengkhawatirkan.
Ia menyoroti fenomena kenakalan remaja yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, seperti tawuran pelajar, geng motor, penyalahgunaan narkotika, hingga perilaku kekerasan yang melibatkan generasi muda.
“Di beberapa kota di Jawa Barat kita masih menyaksikan tawuran pelajar yang membawa senjata tajam, geng motor yang meresahkan masyarakat, bahkan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Ini menjadi alarm serius bagi kita semua,” ujar Romadhoni.






