PsyOps Senjata Mutahir Dua Begundal Perang

‘PsyOps’ Senjata Mutahir Dua Begundal Perang

Karawang,suratberita.id – Amerika Serikat dan Zionis Israel tau akan kelemahan dirinya dalam perang, dari situ, mereka mengolah informasi, meramunya sebagai serangan psikologis. Entah itu ‘propaganda hitam’, provokasi juga adu domba.

Memanfaatkan perang psikologis (psychological warfare atau PsyOps atawa Miso – Military Information Support Operations) oleh dua sekutu ini bukan sekedar taktik tempelan, melainkan strategi yang berakar pada efisiensi dan ketahanan. Bertujuan mempengaruhi emosi, motif, penalaran, dan perilaku target, baik musuh juga warga sipil.

Alasan mendasarnya capai kemenangan tanpa kontak senjata. Pragmatisnya yakni efisiensi biaya dan nyawa. Perang konvensional sangat mahal dan beresiko, akan tetapi dengan merusak mental lawan, menyebarkan keraguan, atau memicu konflik internal di pihak musuh, AS-Israel bisa menumbangkan lawan sebelum peluru melesat.

Bagi Zionis Israel, perang psikologis bertujuan membangun citra invincibility (tidak terkalahkan), karena secara letak dikelilingi oleh musuh, Israel memakai narasi kekuatan militer dan intelijen (Mossad) untuk menaruh rasa takut, lalu lawan berpikir ulang. Dan salah satu senjata itu adalah propaganda ‘Hasbara’ (bahasa Ibrani) yang berarti membentuk, mendistorsi narasi dari setiap tindakan Zionis Israel, seolah Israel yang jadi korban. Hampir serupa dengan istilah ‘playing victim’.

Writer: Jun BiuLLEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *