Proyek Oplah Kementan di Lemahkarya Disoal, Kelompok Tani Diduga Alergi Wartawan

Pelaksanaan proyek Oplah Kementerian Pertanian senilai Rp170 juta di Desa Lemahkarya, Tempuran, Karawang disoal. Pengurus kelompok tani terkesan tertutup dan menghindari wartawan.

Proyek Oplah Kementan di Lemahkarya Disoal, Kelompok Tani Diduga Alergi Wartawan

​Karawang,suratberita.id – Pelaksanaan proyek Optimalisasi Lahan (Oplah) Non-Rawa bersumber dari APBN Kementerian Pertanian RI senilai Rp170.200.000 di Desa Lemahkarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, memicu tanda tanya publik.

​Sikap tertutup ditunjukkan oleh sejumlah pengurus Kelompok Tani (Poktan) penerima program saat insan pers berniat melakukan kontrol sosial dan silaturahmi ke lokasi kegiatan.

​Pengelola proyek Poktan Cigundasari, yang dikenal dengan sapaan WH, mendadak sulit ditemui. Ia terkesan enggan memberikan penjelasan mengenai progres serta spesifikasi teknis pekerjaan yang sedang berlangsung.

​Berdasarkan pemantauan tim suratberita.id di lapangan, yang bersangkutan berulang kali menghindari awak media, baik saat disambangi ke lokasi pengerjaan fisik maupun ke kediamannya.

​”Padahal kedatangan kami beritikad baik untuk memastikan pengerjaan proyek pemerintah ini berjalan sesuai spesifikasi (RAB) atau tidak,” ujar salah seorang anggota tim liputan suratberita.id.

​Sikap tertutup ini ternyata tidak hanya terjadi di Poktan Cigundasari. Hal serupa juga ditunjukkan oleh Ketua Kelompok Tani Sri Mukti serta pengurus dua Poktan lainnya di wilayah Desa Lemahkarya. Mereka kompak terkesan menghindari keberadaan wartawan yang hendak bersinergi serta menggali informasi keterbukaan publik.

​Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Muncul dugaan ada hal yang disembunyikan dalam pengelolaan anggaran ratusan juta rupiah yang dikucurkan oleh Kementerian Pertanian tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola proyek maupun pengurus Poktan setempat belum memberikan konfirmasi atau klarifikasi resmi terkait pelaksanaan pengerjaan Oplah di Desa Lemahkarya. (Red/Oca)

Writer: Oca/timEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *