“Ketahanan keluarga bukan hanya soal ekonomi. Ini juga menyangkut bagaimana keluarga membentuk karakter, nilai-nilai moral, dan solidaritas sosial di masyarakat. Pemerintah Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya harus bekerja sama secara sinergis untuk mewujudkannya,” ujar Kang Pipik.
Lebih lanjut, dalam pemaparannya, Pipik menjelaskan beberapa poin penting yang tercantum dalam Bab I Perda, seperti definisi daerah, peran OPD, serta pengertian keluarga dan ketahanan keluarga. Ia menekankan pentingnya pembangunan ketahanan keluarga yang dilakukan secara komprehensif, berkesinambungan, dan koordinatif agar tujuan kesejahteraan lahir dan batin masyarakat dapat tercapai.
“Pembangunan Ketahanan Keluarga harus menjadi program berkelanjutan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Tanpa keluarga yang kuat, kita sulit membangun bangsa yang kuat,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Duren. Mereka berharap kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah berbasis keluarga.











