
“Gelung” nampak berdiri di atas mobil dengan cup terbuka, tangan kanan memegang bendera bergambar dirinya dan tangan kiri simbol dari angka empat, dan senyum simpul nampak kepercayaan dirinya lebih tegar.
Di iringan belakang massa pendukungnya dari ibu-ibu, anak-anak remaja sebagai pemilih pemula, dan kaum pria yang sebagian turut mengamankan lokasi pawai disamping anak-anak yang turut meramaikan.

Rute pawai nyaris melingkar dari dusun Cicadas bertolak ke timur menuju gerbang kawasan industri Artha Industrial City, berbelok ke arah selatan arah dusun Cibuntu lalu ke arah barat keluar jalan kampung menuju jalan raya dusun Rawasadang — yang sarat penuh kendaraan pabrik dan proyek serta kendaraan buruh-buruh pabrik — lalu kembali masuk jalan kampung Jatimulya, Jambal, Rawanambo, Busuk, Neglasari, kembali keluar di jalur jalan ramai wilayah Ciketing lalu kembali ke titik awal, Cibuntu — rumah pemenangan Amah Maryamah.






