Meledak! Ribuan Buruh Padati Ruas Jalan Utama Karawang

Ribuan buruh tergabung dalam Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan (KBPP) memadati ruas-ruas jalan utama di Kabupaten Karawang, Rabu (12/11).

Selain itu, buruh juga menuntut: • Kenaikan upah 2026 sebesar 15 persen, menyesuaikan lonjakan biaya hidup yang kian mencekik.• Penyediaan perumahan gratis bagi buruh, sebagai hak dasar atas kesejahteraan.• Pembangunan industri berbasis desa untuk pemerataan ekonomi. • Penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang disebut “perbudakan gaya baru”.• Penolakan terhadap diskriminasi kebijakan yang berpihak pada elit dan investor asing.• Pembatalan kenaikan tunjangan DPRD Karawang, yang mereka nilai mencederai rasa keadilan di tengah krisis ekonomi rakyat.

“Kami bukan sekedar turun ke jalan untuk marah. Kami turun karena sudah terlalu lama diabaikan. ‘Karawang Poek’ adalah simbol perlawanan terhadap ketimpangan,” tegas salah satu perwakilan KBPP di tengah orasi yang disambut sorak ribuan buruh.

Karawang Gelap, Tapi Suara Buruh Menyala Terang Nama Karawang Poek mengandung makna dalam. “Poek”, gelap dalam bahasa Sunda, menggambarkan situasi buruh yang merasa hidup di bawah bayang-bayang kebijakan yang mematikan harapan. Namun di tengah kegelapan itu, suara perjuangan mereka justru menyala paling terang. Aksi ini menjadi tamparan keras bagi pengambil kebijakan. Karawang, yang dikenal sebagai jantung industri nasional, kini berdiri di bawah bendera perlawanan.

Writer: RedaksiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar