Selain menyoroti dugaan parkir liar, ia juga menyoroti kondisi trotoar yang tidak ramah pejalan kaki karena digunakan untuk berdagang.
Askun mendesak Satpol PP dan Dinas Perhubungan Karawang untuk bertindak tegas menertibkan pedagang kaki lima yang menghalangi trotoar, serta menertibkan juru parkir liar yang beroperasi tanpa izin.
“Pejalan kaki tidak dihargai sama sekali. Jalan kaki saja susah karena trotoarnya dipakai dagang dan parkir. Di mana Pol PP? Di mana Dishub? Kenapa tidak ditertibkan? Ini wajah kota sedang dibangun, tapi jadi rusak karena hal-hal seperti ini,” kesalnya.
Askun juga mendesak Bapenda Karawang untuk berhenti tutup mata dan segera membongkar sindikat liar di balik pengelolaan parkir di kawasan strategis tersebut.
Askun menuding ada kemungkinan persekongkolan antara oknum pengelola dan pihak-pihak dalam pemerintahan yang membiarkan kebocoran ini terus terjadi.
“Kalau ini dikelola pihak ketiga, mana transparansinya? Mana kontraknya? Jangan-jangan ini hasil kongkalikong yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Jangan diam! Ini kejahatan terhadap daerah,” ujarnya.










