Lanjutnya, praktik pemotongan ini sudah terjadi selama 3 kali pencairan di tahun 2025, “harusnya kalau mau minta ongkos yang wajarlah jangan terlalu besar, kami kan orang susah” tandasnya.
Baru-baru ini warga yang mengeluh keberatan diatas, malah mendapat pesan suara WhatsApp dari Ketua BPD yang nadanya mengintimidasi dan mengancam akan memutus/menutup semua jenis bantuan yang selama ini diterima oleh keluarganya, dikarenakan telah berani mengungkapkan keluhan kepada awak media.
Guna kepentingan pemberitaan yang berimbang awak media mengkonfirmasi kebenaran adanya dugaan pemotongan BLT-DD yang telah direalisasikan sebelumnya tersebut kepada Sekdes Linggarsari.
Sekretaris Desa Linggarsari mengatakan, “tidak tahu adanya praktik pemotongan BLT Dana Desa,” ujarnya kepada awak media. Selasa, (4/11),
Ditempat terpisah, Pendamping Lokal Desa Linggarsari Y menegaskan dia menjamin 100% bahwa Pemerintah Desa pasti menyalurkan BLT Dana Desa sepenuhnya tanpa adanya potongan.
Ditempat terpisah juga , diduga oknum ketua RT, saat dikonfirmasi media ini melalui pesan whatsApp berkilah, bahwa tidak ada namanya pemotongan, namun masyarakat memberi dengan sukarela.






