Kemeriahan berlanjut hingga malam hari, tepat pukul 19.00 WIB, dengan digelarnya “pagelaran seni topeng”yang menampilkan berbagai pertunjukan budaya lokal. Mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga penampilan seni topeng khas Karawang yang memukau, seluruh lapisan masyarakat tampak antusias menikmati sajian hiburan yang penuh nilai seni dan budaya ini.

Ketua pelaksana kegiatan, Wawan Sutiawan, menuturkan bahwa Hajat Bumi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan perayaan penuh makna yang mengangkat nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal.
“Hajat Bumi adalah momentum penting untuk memperkuat kebersamaan warga serta mendorong potensi lokal, terutama dalam sektor pertanian, perkebunan, dan pengembangan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi desa,” ujar Wawan.
Ia juga berharap, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus melestarikan kearifan lokal serta menggali potensi masyarakat melalui tradisi yang telah turun-temurun diwariskan.






