Aksi Demonstrasi Hari Tani Nasional di Karawang: Tuntut Penyelesaian Kekeringan dan Evaluasi SHGB Lahan Industri
KARAWANG,SURATBERITA.ID – Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Paguyuban Pemuda Tani Karawang (PPTK) dan Serikat Tani Karawang (SETAKAR) menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Bupati Karawang, Kamis (24/9/2026).
Bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional, massa aksi menyampaikan dua tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dua Tuntutan Utama Petani Karawang
-
- Penyelesaian Krisis Kekeringan: Pendemo menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang agar segera menyelesaikan persoalan kekeringan yang melanda ribuan hektar lahan pertanian. Wilayah yang terdampak tersebar di beberapa kecamatan, seperti Cibuaya, Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya, hingga Pedes.
- Pencabutan dan Penolakan Perpanjangan SHGB: Massa menuntut agar Kantor ATR/BPN Karawang tidak memperpanjang Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) lahan kawasan hutan yang disinyalir tumpang tindih dengan lahan industri di Karawang International Industrial City (KIIC).
”Kita menunggu pernyataan resmi BPN. Karena kemarin beliau sudah berjanji akan menunggu pernyataan resminya, terkait tumpang tindih lahan kawasan hutan dengan industri,” ujar Ketua SETAKAR, Deden Sofian, dalam orasinya.
Para petani mendesak agar Kantor ATR/BPN Karawang segera mencabut SHGB pabrik atau kawasan industri yang menggunakan lahan kawasan hutan, sehingga para petani penggarap bisa kembali mendapatkan hak atas tanah mereka.
”Kami juga menuntut kepada pemerintah, agar bangunan-bangunan pabrik itu segera dibongkar, agar lahannya kembali kepada para petani,” tegas Deden.






