
Sontak saja, membuat gelak tawa terpingkal-pingkal tak terelakkan dari segenap yang hadirin diruangan itu, “yang bener aja, masa sih dengan biaya 182 juta cuman 1 meter, mungkin matrial nya terbuat dari emas kali, atau satu meter dipermukaan kedalam 1 KM percis paku alam” ungkap hadirin meng olok-olokan bergantian disela tawa.
Au menegaskan, pembangunan jalan usaha tani (rabat beton) yang dibangun pada tahun 2024 menggunakan anggaran Dana Desa ada 4 titik dan tidak ada yang volumenya 1 meter. Ada juga pekerjaan pembangunan jalan usaha tani yang dilaksanakan oleh Dinas terkait, tapi volumenya tidak 1 meter.
“LIN (Lembaga Investigasi Negara) bukanlah lembaga resmi negara, melainkan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), itu salah dalam melansir data pelaporan anggaran di desa ini, hal yang sangat disayangkan pihak oknum LSM LIN melakukan konfirmasi via WhatsApp dengan nada mengancam menakut-nakuti akan dilaporkan ke kejaksaan” tegasnya.












