“Pendidikan adalah hak setiap anak. Tidak boleh ada anak yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi. Saya berkomitmen untuk terus memperjuangkan akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak di Kabupaten Bekasi,” tambahnya.
Kasus Reyhan menjadi contoh nyata bahwa masih ada anak-anak berprestasi yang terancam putus sekolah karena keterbatasan biaya. Diharapkan, ke depan akan semakin banyak pihak yang peduli terhadap akses pendidikan bagi semua anak. (red)







Silahkan lihat artikel suratberita.id