Pekerjaan Proyek TPT Desa Lemahduhur Tempuran Disorot, Diduga Luput dari Pengawasan Dinas

Pekerjaan Proyek TPT Desa Lemahduhur Tempuran Disorot, Diduga Luput dari Pengawasan Dinas

Karawang, suratberita.id – Proyek pembangunan Turap Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam. Proyek tersebut diduga lepas dari pengawasan ketat dinas terkait serta mengabaikan standar teknis pengerjaan di lapangan.

​Berdasarkan peninjauan awak media ke lokasi pada Jumat (25/07/2026), mandor atau kepala pekerja tidak ditemukan di tempat. Perwakilan pengawas proyek juga dikabarkan tidak pernah terlihat sejak hari pertama pekerjaan dimulai.

​”Dari mulai kerja sampai saat ini, pengawas belum pernah muncul ke lokasi,” ungkap salah seorang pekerja saat dikonfirmasi, menguatkan temuan tim di lapangan yang sudah tiga kali mendatangi lokasi tanpa hasil dengan alasan pengawas tengah survei ke tempat lain.

​Temuan Penggunaan Material Tidak Sesuai Standar

​Selain ketiadaan pengawasan, tim di lapangan juga menemukan indikasi ketidaksesuaian dalam penggunaan material bangunan, khususnya takaran adukan semen yang diduga tidak mengikuti Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau aturan teknis yang berlaku. Perbandingan komposisi adukan dinilai jauh dari standar ideal yang seharusnya diterapkan pada konstruksi penahan tanah.

Foto Pekerjaan Proyek TPT Desa Lemahduhur Tempuran Disorot, Diduga Luput dari Pengawasan Dinas

​Pentingnya Pengawasan dan Kualitas Infrastruktur

​Sebagai bagian dari kontrol sosial, awak media memiliki kewajiban untuk melakukan monitoring terhadap setiap pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah. Hal ini bertujuan agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang optimal dan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang oleh masyarakat.

​Sementara itu, salah seorang warga setempat berinisial W (50) berharap proyek TPT ini dapat dikerjakan secara maksimal demi kenyamanan bersama.

​”Harapannya tentu hasil pekerjaan bisa memuaskan dan berkualitas. Selain itu, badan jalan juga tidak menjadi terlalu sempit jika berpapasan dengan kendaraan roda empat,” ujarnya. ( Ade / tim)

Writer: ADE. KEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *