“Kami mendapat izin dari Bapak Bupati untuk menyelenggarakan kegiatan ini hari ini agar motivasi pengurus dan pengawas koperasi tetap terjaga,” ujar H. Dindin.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan akhir dari program, melainkan tahap awal pengukuhan koperasi desa yang akan diperkuat melalui pelatihan teknis dan bimtek bekerja sama dengan mitra perbankan dan sektor lainnya.
Salah satu fokus utama adalah digitalisasi transaksi keuangan koperasi desa, dengan harapan seluruh transaksi keuangan di tingkat desa nantinya tidak lagi menggunakan uang tunai (uang kartal), melainkan sistem nontunai yang transparan dan akuntabel.
“Kami sudah berbicara dengan berbagai pihak, termasuk BNI, PT Pos, Kimia Farma, dan Bank BJB. Tujuannya untuk menciptakan tujuh gerai koperasi yang terintegrasi, mulai dari distribusi pangan hingga layanan kesehatan,” katanya.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan bibit tanaman sebagai simbol inovasi keberlanjutan dan kepedulian lingkungan. Langkah ini diambil untuk menggantikan tradisi karangan bunga yang dinilai kurang berdampak secara langsung.










