
Warga sering kali menyaksikan pemotor terjatuh akibat terperosok ke dalam lubang. Bahkan, tidak jarang kecelakaan tersebut berakibat fatal. “Sudah sering banget (kecelakaan). Lubangnya dalam, apalagi kalau malam tidak ada penerangan, sangat bahaya,” ujar salah satu warga sekitar.
Korban Berjatuhan, Protes Warga Meningkat. Data menunjukkan bahwa sepanjang awal 2026, intensitas kecelakaan di Karawang cukup tinggi, dengan beberapa di antaranya dipicu oleh kondisi infrastruktur jalan yang rusak.
Tingginya angka kecelakaan ini membuat warga Desa Cilewo geram. Mereka menilai pemerintah daerah maupun pihak terkait lambat dalam merespons kerusakan infrastruktur ini. Keresahan ini diperparah dengan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan, membuat jalan tersebut mendapat julukan “jalur maut” oleh warga lokal.
Desakan Warga menuntut perbaikan segera dari dinas terkait, khususnya Dinas PUPR Kabupaten Karawang atau Provinsi, sebelum ada lebih banyak nyawa yang melayang. “Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar janji. Jalan ini jalur ekonomi penting, tapi kondisinya seperti jalur off-road,” desak warga.












