Viral Budidaya Jamur Tiram Berdomisili di Desa Pasirtalaga

1276

Ket : photo IDi Suharyadi, Viral Budidaya Jamur Tiram Berdomisili di Desa Pasirtalaga.

Karawang,suratberita.id – Angin segar tersiar ke khalayak publik tentang sebuah usaha budidaya Jamur Tiram berdomisili di Dusun Pasirtalaga III, GG Perintis Desa Pasirtalaga Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang, baru-baru ini.

Kabar gembira ini mencuat tersiar kepublik pasca salah satu admin WhatsApp Grup (WAG) Ajang Silaturahmi Urang Karawang, mengunggah foto sekaligus mengabarkan kegiatannya di WAG tersebut.

“Assalamualaikum. wr.wb.
yang berminat mangga (silahkan) metik sendiri, Rp.17 Rb/kg, alamat
Dsn. Pasirtalaga III, GG perintis. Pasirtalaga, Telagasari, Jamur tiram hasil budidaya sendiri sudah 4 Bulan berjalan, Alhamdulillah, masih berproduksi 8 kg setiap pagi” tulis Idi Suharyadi, dikutip dari WAG Ajang Silaturahmi Urang Karawang, Kamis (11/1).

Lanjutnya, adapun mengenai cara penjualannya selama ini, “saya jual langsung ke pedagang dengan harga Rp.17 Rb/Kg, pelanggan sehari 5 kg, terdiri dari pedagang sayur keliling sampai pedagang warteg” tegasnya.

Menjawab pertanyaan awak media ini, mengenai apa saja yang mendasari sehingga tertarik melakoni budidaya jenis tersebut dan sejauh ini pencapaian paling signifikan apa yang dapat dirasakan langsung baik bagi diri sendiri maupun warga sekitar atas budidaya tersebut serta harapan kedepannya bagaimana.

“Pencapaian yang paling terasa saat dengan Budidaya jamur tiram, Alhamdulillah, menunjang perekonomian keluarga. bisa sebagai penghasilan tambahan untuk menunjang ekonomi keluarga, harapan saya semoga para petinggi dan pejabat pertanian kabupaten Karawang peduli dan respek terhadap petani Budi daya jamur tiram” ungkap Idi panjang lebar.

Idi katakan, karena di Karawang para pembudidaya jamur tiram butuh bimbingan dan modal untuk mengembangkan Budidaya jamur tiram, “di Karawang ada kelompok Budidaya jamur tiram namanya APJ, yaitu Asosiasi Petani Jamur Tiram, semoga ke depan lebih diperhatikan” harapnya.

Adapun untuk bibit namanya baglok dan ada yang suplai, harga baglok Rp. 3500 per baglok, mulai masuk baglok ke kubung sekitar 15 hari bisa dipanen perdana, selanjutnya panen tiap hari, yang 1000 baglok bisa menghasilkan 8 kg s/d 10 kg, “cukup menjanjikan usaha jamur tiram ini, perhitungan jamur tiram
6 kg × Rp.15.000 = Rp. Rp.90.000/ baglok, Rp.90.000 – Rp.10.000 perawatan dan bahan baku = Rp. Rp.80.000 bersih/baglok” papar idi.

“Perbedaan jamur tiram dan jamur merang atau lainnya sangat beda jauh, karena jamur tiram lebih mudah dan simpel pengurusan dan perawatannya, umur baglok mencapai 6 bln dari diganti, 1 baglok menghasilkan 6 kg selama 6 bln” imbuhnya menegaskan. (Luay M/Asep J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here