Polres Karawang Amankan Pengoplos Gas Bersubsidi

415
Foto Ilustrasi Gas Bersubsidi

Karawang,suratberita.id – Tim Sanggabuana Satreskrim Polres Karawang berdasarkan adanya informasi bahwa di salah satu lokasi beralamat di Cinangoh Timur, Karawang Wetan, Karawang Timur, Kabupaten Karawang bergerak cepat mengamankan empat tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan gas bersubsidi, Jum’at (25/8).

Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat menggelar konferensi pers mengatakan, pengungkapan ini berkat informasi masyarakat yang turut membantu dalam kasus ini, sehingga Timsus Sanggabuana sekira jam 06.30 Wib melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi, “Benar bahwa pada lokasi yang dicurigai tersebut didapati 4 orang yang sedang memindahkan isi gas elpiji bersubsidi 3 kg ke dalam isi gas elpiji non subsidi 5.5 kg dan 12 kg, keempat orang tersebut kemudian diamankan,” kata Kapolres, Sabtu (26/08/2023).

Kapolres menjelaskan, bahwa praktek penyuntikan tabung gas bersubsidi ini diketahui telah berjalan selama satu tahun. Pelaku berhasil diamankan dengan inisial BM alias HA (64) warga asal Kelurahan Karawang Wetan sebagai pemilik toko yang memerintahkan pengoplosan, “Kemudian ketiga tersangka lainnya sebagai penyuntik gas bersubsidi diantaranya berinisial HS (48) warga Tangerang Selatan, BA (32) tahun warga Rengas Dengklok dan SK (53) warga Rengasdengklok,” ungkap Kapolres.

Lanjut Kapolres, dari keterangan pelaku BM alias HA (Pemilik toko) dia dapat memproduksi sebanyak 360 tabung 12 kg per bulannya, praktek dimulai dari tahun 2022 hingga September 2023 mengoplos sebanyak 2.880 buah tabung gas 12 kg, “Tabung 12 kg hasil penyuntikan dijual seharga Rp. 160.000 per tabung 12 kg, penyuntikan tabung 12 kg memakai kurang lebih 4 buah tabung Gas 3kg (Subsidi Rp 76.000), sehingga ditemukan selisih penjualan dari setiap tabung tersebut sebesar Rp. 64.000,- (Rp 160.000 – Rp 84.000) per tabung 12 kg” tuturnya.

Sesuai SK Nomor 542/Kep.629.Huk/2014 terkait HET Gas Subsidi Pemerintah per tabung 3kg sebesar Rp.16.000,- Gas elpiji 3kg di suntik ke tabung 12kg digunakan terlapor sebanyak 36.000 tabung, Gas elpiji 3kg di suntik ke tabung 5,5kg digunakan terlapor sebanyak 3.360 tabung, jadi jika di total kan sebanyak 39.360 tabung, masih kata Kapolres, dari hasil usaha penjualan penyalahgunaan gas subsidi ukuran 3kg sejak tahun 2022 sampai sekarang, pelaku telah mendapatkan keuntungan sebesar Total kurang lebih Rp.249.600.000, “Akibat tindakan para pelaku, kerugian negara akibat praktik ilegal ini Negara mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp. 3.168.000.000” tuturnya.

Ditambahkannya, bahwa dalam waktu satu tahun, para pelaku mampu menghasilkan sebanyak 2.880 buah tabung gas 12kg tabung gas ilegal yang nantinya dijual dipasaran, “barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 200 Buah Gas Ukuran 3 kg, 60 buah gas ukuran 12 kg, 90 Buah gas ukuran 5,5 kg, 1 kantong tutup segel tabung gas warna biru, 1 kantong tutup segel tabung gas warna kuning, 1 buah kantong plastik berisikan karet gas, 1 buah timbangan digital, 28 buah pipa besi dan 3 unit mobil,” terang Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres menegaskan bahwa, setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau Niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas dan atau Liquepied petroleum yang di subsidi Pemerintah sebagai mana Pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi, sebagaimana telah di ubah oleh klaster Pasal 40 UU RI No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp.60.000.000.000, “yang mereka lakukan adalah tindakan serius yang merugikan masyarakat dan negara, sehingga, kasus ini akan ditangani dengan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya. (Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here