KISAH KI LAIPAN SEJARAH JALAN LAYAPAN

11925

Ket : Makam Karomah Cijalu Embah Uyut Laipan Surya Diniti Bin Raden Sarip – Raden Panji,

Artikel ini
disusun dan ditulis oleh :
Halimi Saprudin,
Pimpinan Redaksi
Media Suratberita.id

Disponsori :
1. WaterBoom Rawa Meja
Pasar Panjang Tegal Laipan.
2. H. Kasum/Ketung,
Ketum : Komunitas Kagok Edan.
3. Maya Salon – Telagasari
4. Mitra Media Suratberita.id.

KISAH KI LAIPAN SEJARAH JALAN LAYAPAN

Karawang,suratberita.id – Alkisah pada tempo doeloe ada seorang lelaki bernama Ki Laipan, orangnya rajin dan berkemauan kuat serta punya rasa percaya diri yang tinggi, Ki Laipan berguru kepada Pangeran Panji di Cirebon, mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dari mulai ilmu agama sampai kesaktian, setelah berguru selesai, Ki Laipan pergi ke Karawang ingin memulai kehidupan baru, berjalan menyusuri pantai utara sampai tiba disungai Ciparage, dari situh menyusuri sungai bernama Cijalu dan bertemu dengan rawa-rawa luas yang disebut rawa pasanggrahan dan rawa kedung waringin, sampai akhirnya tiba disebuah tanah tinggi yang membuatnya betah dan memutuskan untuk membangun pemukiman disana yang sekarang disebut Desa Lemahduhur.

Selanjutnya Ki Laipan membuka areal persawahan yang luasnya terkenal kemana-mana dan membuat orang berdatangan untuk mencari kerja, Kampung Lemahduhur semakin ramai dan menjadi kampung yang sangat besar, daerah disekitarnya juga ikut ramai dan berdirilah kampung-kampung itu dimiliki olehnya, suatu hari salah seorang pegawainya melaporkan bahwa disawah dekat dengan sungai cijalu banyak lutungnya dan membuat para petani ketakutan, “tenang saja, saya akan mengurus lutung-lutung itu” kata Ki Laipan saat itu.

Ki Laipan lalu pergi ke lokasi yang disebutkan pegawainya tersebut, dan ternyata disana memang banyak lutung bahkan jumlahnya ratusan, lutung-lutung itu dipimpin oleh seekor mandah besar dan bisa berdiri tegak seperti manusia, pimpinan lutung-lutung itu disebut si Kondor, Ki Laipan dengan kesaktianya lalu berbicara dengan si Kondor dan meminta untuk hidup damai dengan para petani, dan si Kondor pun menyetujuinya, asalkan para petani tidak mengganggu lahan makanan ratusan lutung disana, tempat para lutung itu kemudian disebut cilutung yang kini berada dipinggir sungai Cijalu.

Kisah berikutnya petani diwilayah Wagirterong dan Pasirkonci melaporkan adanya gangguan para harimau, menurut Ki Laipan kalau untuk harimau kalian minta tolongnya sama sesepuh di Pasirkamuning, beliau mempunyai sa’adat maung untuk menaklukkan harimau, lalu atas petunjuk Ki Laipan para petani Wagirterong dan Pasirkonci menemui sesepuh Pasirkamuning dan meminta tolong untuk berkomunikasi dengan para harimau-harimau itu agar tidak mengganggu, sesepuh Pasirkamuning ahirnya mendatangi harimau-harimau yang berada di wilayah tersebut untuk meminta agar tidak mengganggu para petani disana.

Keberadaan kampung-kampung disekitar sungai Darowak dan Cijalu mengundang banyak orang untuk datang, selain pencari kerja, ada juga para pejuang yang melawan penjajah, Ki Laipan menyediakan kebutuhan pangan untuk para pejuang, namun hal itu diketahui oleh penjajah sehingga kampung Ki Laipan dan sekitarnya dibakar, orang-orang pergi mengungsi dan sawah Ki Laipan tidak ada yang mengurus, sawah-sawah itu lalu berubah menjadi tegal yang sangat luas, dan karena dahulunya tegal itu bekas pesawahan ki laipan maka disebutlah tegal Ki Laipan, yang seiring waktu berubah pengucapan menjadi tegal layapan yang menghubungkan wilayah Telagasari dengan Tempuran.

Diketahui sesuai papan informasi dipintu masuk ke sebuah bangunan dimana didalamnya berada makam Ki Laipan, dijelaskan nama lengkap serta asal keturunannya dan nama tempat makam tersebut, tertera Makam Karomah Cijalu Embah Uyut Laipan Surya Diniti Bin Raden Sarip – Raden Panji, Dusun Gempol Desa Lemahmakmur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, tidak jauh dari sungai Cijalu dekat pesawahannya dulu, menurut cerita, karena kesaktianya pesawat yang terbang melewati makamnya akan jatuh, selain itu disana juga sering menampakkan diri seekor ulat raksasa dan kereta api, menurut keyakinan masyarakat karawang suatu hari nanti ditegal layapan akan berdiri pasar yang sangat ramai dan panjang yang disebut pasar lumajang.

Dasar tulisan :
1. Cerita warga sekitar dari mulut ke mulut.
2. Sejumlah Chanel yotub dan medsos terkait.
3. Adanya nama tempat atau lokasi disekitar itu.
4. Sejumlah informasi di lokasi Makam tersebut. ***

————————————————————————————
Salam Redaksi :

Bila terdapat kekurangan ataupun kekeliruan baik dalam penulisan maupun dalam alur cerita dan lainnya mengenai kisah ini.

Pihak Redaksi selaku penerbit, dengan senang hati bersedia diluruskan serta menerima kritik dan saran, hak koreksi dan hak jawab dari pamiarsa semua.*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here