Gua Dayeuh Destinasi Wisata Idola Karawang Selatan

297

Ket. Foto Gua Dayeuh Destinasi Wisata Idola Karawang Selatan

Karawang, suratberita.id – Selayang pandang tentang Gua Dayeuh yang terdapat di kampung Citaman, desa Tamansari kecamatan Pangkalan kabupaten Karawang.

Ditengarai, warga setempat yang juga salah seorang tim pengelola tempat wisata Gua Dayeuh Ujang Nur Ali, minggu di kediamannya, (09/10/2022) bahwa jika mendadar soal Gua Dayeuh sangatlah panjang ceritanya. Tempat yang historikal itu, adalah sebuah ‘wewengkon’ yang pernah jadi tempat pelantikan bupati kedua kabupaten Karawang yakni Raden Anom Wirasuta (1677-1721) yang bergelar Panatayudha I , berjuluk Panembahan Manggu, sekarang petilasannya terdapat di Cikahuripan kecamatan Tegalwaru (Loji).

Namun secara ringkas Gua Dayeuh adalah salah satu tujuan wisata kabupaten Karawang dengan daya tarik unik dan terkesan mistik.

Pada awalnya sebatas tempat bermain, tempat kongkow-kongkow sembari ngopi dan ni’is warga setempat yang belakangan hari turut dikunjungi tetangga kampung lalu berangsur ramai.

Maka dimulailah perbaikan infrastruktur di sana sini termasuk aset jalan menuju lokasi, kemudian dibuatlah beberapa fasilitas pendukung untuk lebih bikin nyaman para pengunjung, serta merta beredarlah kabar dari mulut ke mulut hingga volume pengunjung kian meningkat saban minggunya hingga merangsang para pengunjung dari luar daerah.

Selain tempat yang nyaman dan berbau sejarah itu, didukung fasilitas seperti tajug (mushola), mck (mandi, cuci, kakus), warung jajanan dengan makanan lokal, serta segerombolan kera ekor panjang (Macaca Fascicularis), primata yang masif penyebarannya, nampak familiar dengan pengunjung.

Ujang Nur Ali juga menambahkan bahwa Gua Dayeuh sebenarnya merupakan kumpulan ‘guha’ (gua) yang ada Citaman di antaranya; Gua Paseban, Gua Istal, Gua Masigit, Gua Keraton dan Gua Intan.

Foto Kang Ujang Nur Ali bersama rekan-rekan di Destinasi Wisata Goa Dayeuh

“Gua Dayeuh konon katanya, dulu pernah dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para ‘gegeden’, ‘inohong’ – para pemimpin Karawang bahkan disinyalir para pemimpin ‘nagari’, Nusantara pada waktu itu.” Nur Ali menambahkan. (JB/red.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here