LPQQ Menyelenggarakan Penataran Metode ISHLAH Bagi Mu’alim Qur’an Tingkat Kecamatan

1777

Diawali dari keprihatinan terhadap kualitas baca Alqur’an remaja, dewasa, orangtua/lansia utamanya yang ada dikecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang umumnya buat seluruh warga Indonesia LPQQ menyelenggarakan Penataran Metode ISHLAH Bagi Mu’alim Qur’an Tingkat Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang, Minggu (16/1) di Aula Gedung Kecamatan Rawamerta Jalan Rawamerta No. 1 Karawang.

Seperti diketahui bersama metode Al Islah merupakan metode cara mudah membaca Al-Qur’an bagi anak-anak, remaja, dewasa, orang tua ataupun lansia.

Seperti beberapa hari yang lalu telah dijelaskan langsung oleh Sekda Kabupaten Karawang Acep Jamhuri mengatakan “metode pendidikan Ishlah ini tidak jauh berbeda dengan pembelajaran metode lainnya, ada tata cara baca tajwid dan lainnya, namun di inovasi sedemikian sehingga mudah dan praktis untuk dipelajari” ungkap Sekda.

Penataran ini bagian dari kepanjangan progres LPQQ yang mana beberapa hari lalu saat TOT di Mesjid Agung Karawang pihaknya akan mengembangkan kegiatan TOT hingga tingkat Desa sehingga kegiatan belajar mengaji tentunya dapat bermanfaat bagi masyarakat umum dan berharap setiap desa ada pembelajaran mengaji dengan metode pendidikan Islah ini dan untuk guru ngajinya sudah dipersiapkan dengan sebutan Mu’alim.

Kegiatan Penataran ini dihadiri pula oleh Ust. Mahbub Sholeh Zarkasyi penyusun Buku Ishlah, DR. KH. Lukmanul Hakim S.Ag. M.Si. Ketua Yayasan LPQQ, DR. KH. Tajuddin Nur Drs. M.Pd.i Ketua MUI Kabupaten Karawang,
DR. KH. Cahya Muhammad Nuh SE. MM. JQH PWNU Jawa Barat, Drs. Rohman, M.Si. Camat Kecamatan Rawamerta, H. Bubun Kepala KUA kecamatan Rawamerta, Pembina LPQQ Kyai Yayan Sopian S.Ag., Ust. TB. Ahmad Alhasyiri, S.Q., S.H.I pemateri Tajwid Buku Islah.

Dalam sambutannya Ust. Mahbub Sholeh Zarkasyi penyusun buku ishlah dalam hasil
observasi yang dilakukannya di beberapa tempat mengatakan “contohnya beberapa sekolah SLTA di wilayah Cirebon (diantaranya kecamatan Lemah Abang, kecamatan astanajapura) dan beberapa sekolah SLTA lainnya baru 30% yang baru bisa baca Al-Qur’an 70% belum bisa baca Al Qur’an sedangkan dikabupaten karawang siswa SLTA 30% yang baru bisa belajar Al Qur’an 70% belum bisa baca Al Qur’an, dan Observasi terhadap LSM yang ada di kabupaten Karawang 10% baru bisa baca Al-Qur’an 90% belum bisa baca Al-Qur’an dengan benar” ucapnya.

Keadaan itulah yang memotivasi Penyusun Buku Islah untuk melaksanakan Penataran Metode Islah setidaknya dapat memberikan pengetahuan bagaimana cara mengajarkan metode membaca Al-Qur’an yang benar.
Dengan motto pengajaran Islah yaitu
“Berjamaah akan lebih mudah dan bertambah barokah” pungkas ust. Mahbub Sholeh.

“Ibadah sholat ada rukun dan syaratnya apabila rukun dan syaratnya tidak dilakukan akan gugur pahala/amal ibadahnya, ada satu pahala/amal ibadah yang tidak akan gugur dan penghapus dosa adalah mengajar Al Qur’an” tambahnya.

“Gerakan LPQQ bertujuan mengajar saudara kita dengan cara yg santun, Bismillah akan tercapai. Terimakasih kepada Pemerintah Daerah Karawang, PWNU Jawa Barat, Akademika Unsika serta kepada semua pihak atas dukungannya pelaksanaan kegiatan penataran bisa dilaksanakan dengan lancar khususnya di Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang umumnya selanjutnya untuk Seluruh Indonesia. Semoga mu’alimin mualimah bisa bergerak bersama-sama” tutupnya. (Buddy/Mandor/TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here