Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan Diduga Dilakukan Oleh Oknum Ormas

231

Ket : Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan Diduga Dilakukan Oleh Oknum Ormas.

Majalengka,suratberita.id – Aksi kekerasan menimpa seorang wartawan, diintimidasi dan mendapat kekerasan dari oknum salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tepatnya di Kantor Desa Mekar Wangi Kecamatan Lemah Sugih Kabupaten Majalengka.

Aksi kekerasan tersebut menimpa (Sulaeman-red), wartawan Media Tabloid Cetak dan Online dari Fokus Berita Indonesia (FBI) dan Wartawan Warta Jabar saat melakukan konfirmasi dan Silaturahim ke desa tersebut. Senin (28/06/2021).

Menurut informasi yang didapat, dilihat dalam unggahan video terlihat salah satu oknum Ormas tersebut melakukan pemukulan terhadap wartawan sampai mengakibatkan luka dibagian wajah serta terucap kata-kata yang tak sepantasnya dikeluarkan menyebut nama Binatang yang diteriakkan kepada wartawan tersebut.

Mengetahui kejadian tersebut, Pimpinan Media Cetak dan Online FBI, N. Mujianto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon bahwa dirinya baru mengetahui kejadian setelah korban atas nama Sulaeman anggota wartawan FBI via telepon menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan persekusi, intimidasi, penganiayaan, serta pemukulan dari orang yang tidak dikenal yang datang ke kantor desa tersebut saat dirinya ingin melakukan konfirmasi sambil Silaturahim.

Akibat kejadian tersebut, korban langsung mendatangi Polres Majalengka untuk melaporkan penganiayaan yang telah terjadi terhadap dirinya, dan langsung ditangani oleh pihak kepolisian.

Menurut laporan informasi dari korban pun, “Saya langsung menjalani visum, Kami menghormati proses hukum dan kami semua serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Sesuai hukum yang berlaku terkait undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 tentang tugas pokok Pers”, ungkapnya.

“Ini termasuk tindakan premanisme, jadi wartawan kita sudah mengakui kalau dia wartawan dan ingin meliput, tapi masih dianiaya. Disini masuk deliknya, karena ada ancaman juga yang terucap, itu kena pasal 18 ayat 1 undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang menghalangi tugas jurnalistik, dimana diatur terjerat pidana kurungan selama 2 tahun denda maksimal 500 juta dan yang kedua kena pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.” Tambah N. Mujianto selaku Pimpinan Media FBI. (Buddy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here