Pembangunan TKQ Desa Lemahmakmur Mangkrak Kejari Karawang Diminta Segera Turun Tangan

310

Ket : Pembangunan TKQ Desa Lemahmakmur Mangkrak Kejari Karawang Diminta Segera Turun Tangan.

Karawang,suratberita.id – Proyek Pemerintah pembangunan gedung TKQ diwilayah Kabupaten Karawang, lagi-lagi berbuntut persoalan, di Desa Lemahmakmur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang dari mulai pekerjaan hingga sekarang sudah nyebrang tahun dan pekerjaan mangkrak pihak kontraktor/rekanan ditengarai telah kangkangi peraturan yang berlaku.

Pasalnya, pembangunan TKQ di Dusun Pasirkonci 01 dan Babakanhoe Desa Lemahmakmur Kecamatan Tempuran dibiayai duit rakyat itu, pelaksanaan 75 hari kalender sejak 12 Oktober 2020 sampai dengan 25 Desamber 2020, dengan alhasilnya pekerjaan mangkrak terbengkalai, dan mulai disoal sejumlah kalangan masyarakat penyelamat duit rakyat.

Diketahui sebagaimana tertera pada papan proyek tersebut, bahwa pembangunan masing-masing TKQ nya itu menelan duit rakyat sebesar Rp 136.499.000 (seratus tiga puluh enam juta empat ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah), dan waktu pelaksanaan 75 (tujuh puluh lima) hari kalender dari sejak 12 Oktober 2020 sampai dengan 25 Desamber 2020, dengan alhasilnya sampai nyebrang taun sekarang ini mangkrak tak terantaskan oleh oknum Rekanan pelaksana bersangkutan tersebut.

Penelusuran suratberita.id disekitar Pembangunan TKQ Nurul Iman yang terletak di dusun pasirkonci 01 RT 02 RW 01 dan Babakanhoe Desa Lemahmakmur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang yang mulai dikerjakan oleh pihak rekanan pada awal Oktober 2020 lalu dan hingga saat ini pekerjaan disinyalir mangkrak terbengkalai.

Informasi yang dirangkum, sejak 6 (enam) bulan yang lalu pekerjaan tersebut tidak dikerjakan lagi oleh pemborong atau Pelaksana karena terkendala material, “yang belum selesai itu adalah bagian atas (plafon), sebagian kaca jendela, keramik serta finishing tembok yang masih terlihat pasangan bata merahnya, bisa jadi karena materialnya yang sudah tidak ada lagi/tak kunjung datang/anggarannya sudah habis” ungkap warga penggiat penyelamat duit rakyat, Rabu (2/6).

Dia mengatakan, “waktu itu pekerjanya sudah lama menunggu bahan material seperti pasir, semen, plafon GRC, keramik juga sebagian kaca yang tak kunjung datang, “malahan kepala tukangnya serta pekerjanya meninggalkan hutang sana sini untuk memenuhi kebutuhan makan di warung sekitar proyek tersebut,” katanya.

Kalau pekerjanya saja terlantar seperti ini, tentu akan berimbas ke kualitas pekerjaannya, serta barang material yang tak kunjung datang dikirim imbasnya pula menjadi pekerjaan terbengkalai seperti ini,” sebutnya.

Pihak UPTD PUPR selaku sumber pelaksana kegiatan pembangunan infrastruktur pedesaan di wilayah I s/d V sesuai yang tertulis di papan kegiatan proyek pun saat di hubungi awak media suratberita.id melalui sambungan ponsel dan WhatsApp tidak membalas dan menjawab saat diklarifikasi mengenai pembangunan TKQ Nurul Iman ini.

Serta Pihak Pelaksana, Yopie Akur saat dihubungi pun belum bisa dimintai keterangannya.

Pihak TKQ Nurul Iman sewaktu dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut, “Selain jumlah biaya sebesar Rp 136.499.000 (seratus tiga puluh enam juta empat ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah), dan waktu pelaksanaan 75 (tujuh puluh lima) hari kalender 12 Oktober – 25 Desamber 2020 seharusnya sudah selesai rantas bangunan tersebut. Namun kenapa malah terbengkalai dan ditinggalkan oleh para pekerjanya. Padahal jelas sumber dananya dari APBD.” ujarnya.

Terkait dugaan itu, Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyrakat dan kalangan penggiat penyelamat duit rakyat lainnya yang ada di Kabupaten karawang meminta pihak penegak hukum, yaitu Kejari Karawang untuk segera turun tangan.

Hal ini sesuai dengan amanat Persiden RI, terkait terjadinya kekeliruan/penyimpangan dan penyelewengan yang terjadi pada instansi-instansi pemerintah maupun swasta, terlebih yang menyalahi peraturan sesuai amanat UU RI No 28 tahun 1999 tentang penyelenggara Negara yang bersih dan bebas KKN,UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,PP No 71 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa.
(budy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here