DPPKB Karawang Manfaatkan Momentum Larangan Mudik Lebaran

202

Ket : DPPKB Karawang Manfaatkan Momentum Larangan Mudik Lebaran.

Karawang,suratberita.id – DPPKB Karawang akan memanfaatkan momentum larangan mudik lebaran guna mengejar ketertinggalan dalam progres Pendataan Keluarga,  Karena pada saat itu, warga Karawang akan berdiam diri di rumah.

Tidak mudik, Sehingga, akan lebih mudah untuk dilakukan pendataan, dan kader pendata pun dapat melakukan entri data online atau CAPI dan dapat melakukan entri data manual ke dalam aplikasi PAPI selama libur Lebaran ini.

Hal tersebut disampaikan plt kepala DPPKB, Sofiah, ketika menyampaikan progres kegiatan PK21.

Sofiah mengakui Sebulan Pendataan Keluarga, DPPKB Karawang terus melakukan evaluasi dan terus memotivasi kader pendata untuk terus melakukan entri data.

Diungkapkan Sofia, dari 728.778 target Kepala keluarga yang tercatat di portal BKKBN Pusat, yang harus didata, hingga awal Mei ini Kabupaten Karawang baru mencapai 205.109 yang ter entri, atau 28.24%.

Sementara Kabid Pengendalian Pendudujmk Advokasi Data dan Informasi, Imam Alhusaeri Bahanan menjelaskan, pendataan kali ini memang sedikit agak rumit, kali ini Pendataan  menggunakan dua metode, yakni menggunakan online atau CAPI, dengan target 366.886 KK atau 50.34% dari target yang didata, serta  pendataan secara manual dengan menggunakan form kertas sebanyak 365.050 KK atau 49.66%.

Imam mengakui, ada beberapa kendala yang dihadapi,  seperti fenomena mundur nya ratusan petugas pendata diawal pelaksanaan Pendataan yang diakibatkan dampak dari Pilkades di 177 desa yang baru lalu, ” kader yang sudah dilatih mundur karena jagoannya kalah, atau sebaliknya, ada juga kades baru yang menang, namun tidak menghendaki kader2 yang dianggap loyalis kades patahana melakukan pendataan, sehingga diberhentikan”, ini dilematis” papar imam. Akibatnya para pengelola PK tingkat kecamatan dan desa harus mencari cara, diantaranya  terpaksa menggunakan para kader baru yang tidak mendapat pelatihan, “cuma diberikan penjelasan singkat teknis pendataan”, ujar imam lagi.

Kendala lainnya, ungkap imam,  seringnya terjadi masalah pada server di BKKBN pusat, Aplikasi PK21 yang dibuat BKKBN diawal pelaksanaan banyak mengalami kendala sehingga kader yang harusnya menggunakan metode online atau CAPI, terpaksa melakukan pendataan secara manual dulu, baru belakangan setelah data manual terkumpul baru di entri menggunakan HP android , sehingga progres nya pasti terlambat.

Kendala masih rendahnya capaian kabupaten karawang secara prosentasi juga  dikarenakan entri data yang menggunakan metoda manual ( PAPI) baru diberikan aplikasinya di akhir April lalu, sehingga Perhitungan yang dilakukan BKKBN adalah membandingkan hasil capaian CAPI dengan sasaran total, “feedback evaluasi prosentasi yang di realise BKKBN adalah capaian data CAPI dibanding Total sasaran, bukan total CAPI,  atau  Seharusnya, perbandingannya hanya kepada capaian online saja, belum termasuk data manual yang juga pada akhirnya dilakukan entri  melalui aplikasi yang sudah disiapkan, sehingga prosentasinya rendah”  dalih imam.

“Namun kami terus memantau perkembangannya per hari, terus melakukan motivasi dan konsultasi”,  tutur Imam.

Namun demikian imam berkeyakinan kendala2 tersebut akan segera teratasi, selain selalu  dilakukan Hasil evaluasi setiap minggu,  tim Monev melakukan evalauasi kepada kecamatan2 yang rendah capaiannya,  ini sebut Imam, akan membuahkan hasil yang cukup besar nantinya.

“selama libur lebaran dan cuti bersama nanti. Para kader pendata PK21 akan terus bekerja mengejar target ketertinggalan ini, kami yakin itu” , papar imam.

Dengan begitu, lanjut Imam, capaian PK21 ini bisa lebih maksimal. Imbuhnya.(cim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here